Media : Mengganggu dan memaksa untuk menerima suatu informasi

Kepikiran ga gimana kita kalo hidup kurang lebih 17.000 tahun yang lalu dan pengennyampein sesuatu? 

teriak-teriak di atas bangunan? bikin keonaran di kerumunan?

Tentu hal itu membuat perhatian dari khalayak, namun apakah itu bisa ditangkap oleh orang yang memperhatikan hal tersebut? mungkin sebagian menangkap maksudnya dan yang lain pun tidak memperdulikannya.Faktor yang terpenting adalah suara, keras tidaknya mempengaruhi orang diisekitar untuk mengetahui adanya sesuatu yang tidak biasa, sehingga orang mampu menyempatkan untuk melihatnya.

Teriakan suara secara langsung memiliki limitasi, kurang lebih hanya 5-10 orang. Untuk menjangkau kejelasannya. Dalam perkembangan zaman, muncul teknologi pengeras suara.

namun kali ini akan berfokus pada media yang memberikan visual

Jadi pada dasarnya media adalah sebuah alat medium untuk mengkomunikasikan sesuatu. Untuk membantu penyampai pesan kepada penerima.Pesan secara masif. Menurut literatur yang terkait dengan komunikasi massa, secara historical Retrospect bahwasannya retorika (ilmu berbicara) dipergukanan untuk menemukan kebenaran logika yang nantinya disampaikan terus menerus dan diuji depan umum dengan melalui ucapan langsung tanpa adanya alat.

Namun, terdapat lukisan di dinding goa, apakah itu adalah media juga?
Hal itu sebelumnya hanya digunakan dalam lingkup kecil, artefak tersebut ada pada zaman prasejarah, dan manusiadi zaman itu ingin menuangkan visual apa yang mereka lihat dan lakukan,serta belum tahu bagaimana untuk mengungkapkannya secara masif. Penggambaran di dinding goa adalah upaya dari manusia purba menginformasikan kepada kelompoknya dan bahkan ditemukan serta disaksikan oleh orang pada masa saat ini, sehingga “wall painting” memiliki filosofis yang berkaitan dengan waktu atam zaman.

Perkembangan zaman, merupakan adanya pembaharuan dari zaman sebelumnya.Dua contoh media diatas mampu digabungkan, dan mungkin juga bisa hanya salah satu yang ditonjolkan ataubahkan keduanya diperbaharui dengan teknologi disetiap zaman.

Lukisan di dinding goa tersebut menggunakan prinsip media yang sama, yaitu ketika orang menggunakan media dinding di suatu tempat untuk menuliskan sesuatu, kita sebut hal itu memiliki berbagai macam format, seperti wall painting yaitu Mural, atau graffiti.  media tersebut berada diluar ruang, yang tujuannya untuk mampu dijangkau oleh khalayak umum.

Dari batu, kulit hewan, pelepah dedaunan hingga munculnya kertas, mengubah perspektif manusia untuk menyampaian informasi melalui sesuatu. Dahulu masih belum ada mesin cetak, sehingga upaya membuat informasi melalui kertas harus menggunakan Teknik manual, menulis dan cap, meskipun saat inipun masih ada penulisan media massa menggunakan proses manual dengan menulis diatas kertas,  The Musalman.

Penemuan mesin cetak oleh Johanness Gutenberg, mempermudah seluruh hal yang terkait dengan penerbitan, untuk mencetak koran,majalah hingga ke penggandaan buku ilmu pengetahuan dengan mempersingkat prosesnya melalui mesin tersebut.

Koran dan radio, serta tv juga semestinya menerapkan konsep dan prinsip “teriak-teriak” dan membuat sesuatu  di kerumunan, namun dipadu dengan teknologi.

Radio dan tv tidak menuntut penyampai pesan berteriak diatas gedung,cukup hanya menggunakan

Perekam suara dan kamera serta hasilnya mampu dinikmati oleh orang yang memiliki alat tersebut yang bisa menangkap frekuensi radio dan tv yang terkait.

Koran dan Poster dicetak secara masif agar mampu ditempelkan diseluruh tempat sehingga orang tidak perlu mendatangi tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu dan tidak perlu membuat secara manual, dengan mesin cetakmampu menggandakan jumlahnya secara cepat sehingga bisa disebarluaskan kemana saja dan tidak berfokus kepada satu titik.

Disisi lain masyarakat mendapatkan informasi, namun tentunya timbulnya permintaan lain, sehingga media massa mampu melakukan keinginan dari sesorang yang mana bertujuan untuk proses perniagaan atau  proses perdagangan, yang biasanya disebut dengan periklanan. Iklan menuntut untuk menyebarkan pesan atau informasiuntuk membeli produk atau jasa. tentunya hal itu merupakan upaya untuk memperbesar kesempatan untuk terjadinyapenjualan dalam suatu produk ataupun jasa.

Media bersifat dinamis dan akan selalu mengikuti perkembangan zaman, di era saat ini teknologi sudah sangat berkembang pesat dimana jaringan internet sudah tersebar luas, sehingga memungkinkan seluruh orang mampu mendapatkan informasi, bukan hanya disekitarnya melainkan di seluruh dunia.

Media massa memberikan sesuatu yang telah dirancang, pembaca tidak bisa memilih apa yang ingin mereka baca ataupun tayangan yang berada di radio maupun televisi.  namun media sosial, pengguna mampu mencari informasi dengan keinginannya sendiri. Media sosial memiliki platform tertentu, semisal ingin mendapatkan informasi yang memunculkan cuitan singkat, seperti twitter, atau yang lebih kompleks seperti facebook dan tiktok. Media sosial pada dasarnya memungkinkan seluruh orang bisa menjadi penyampai informasi hingga melakukan siaran langsung secara mandiri menggunakan gadget pribadinya.

Proses komputasi menghasilkan algoritma yang berbeda beda disetiap platformnya, dimana nantinya hal ini memberikan ruang untuk membuat promosi, kampanye, atau apapun itu, yang bersifat edukatif, sosial hingga jual beli. Hal ini memilki pola media yang ada dimasa lampau, Platform yang awalnya “bersih” dan hanya berisi konten yang infromatif dan juga menarik, lambat laun juga ada iklannya juga. Platform seringkali berorientasi pada clickbait, memancing untuk pengguna untuk mengikuti arus yang telah dirancang, sepertinya win win solution, seseorang mendapatkan sesuatu, yaitu informasi, tapia da yang nempel yaitu iklan.

Algoritma ini yang mengakibatkan adanya sugesti atau saran disetiap platfrom yang berisi apa yang ingin ditampilkan, dan tombol share serta love membuat hal itu semakin banyak dibicarakan oleh orang dan akan lebih mudah tersebar. Teknologi sebelumnya masyarakat hanya terbataskan emoji dari karakter huruf, namun kini kita bisa saling bertukar foto, video yang mampu memperjelas apa yang kita dapatkan dari sebuah informasi, sangat jelas dan detil.

Media pada dasarnya berbahaya, apabila pengguna belum siap menggunakannya,  seseorang harus benar benar mampu memilah mana pemberitaan yang memang benar benar valid atau tidak, dengan kebebasan beropini dan menyampaikan pendapat di internet, semestinya pengguna jauh memiliki literasi yang lebih, sehingga tidak mudah untuk termakan oleh informasi yang salah.

Unsur visual dalam media sosial sangatlah krusial, saat ini orang pada umumnya lebih banyak memindai daripada membaca, karena hal itu visual mampu membuat persepsi pada khalayak, sehingga tidak jarang banyak yang mempermasalahkan terkait visualisasi dalam suatu pemberitaan, visual bisa melebih-lebihkan dan juga bisa disalahartikan dengan yang lain atau mungkin gambar yang tidak cocok dengan headline berita.

Namun kenapa media “konvensional“ tetap dilaksanakan di era serba digital ini? Pada dasarnya hal ini terkait dengan upaya komunikasi itu sendiri, apabila media tersebut masih relevan dan mencakup beberapa irisan masyarakat, seperti contohnya usia, dengan hal itu masih tetap ada serta ditambah dengan acuan pada teori bauran promosi, dimana, sebuah organisasi ataupun perusahaan ingin “mengganggu” khalayak di segala lini, saat kita berada diluar ruangan, misal, saat dijalan masih melihat media cetak seperti billboard, atau dimana pun itu. Selalu terdapat sesuatu, yaitu “Media” yang memaksa untuk diperhatikan, karena pada dasarnya kita dipaksa untuk menerima informasi sebanyak banyaknya, dari anjuran, larangan hingga tawaran. 

Entah bagaimana form media dimasa depan, apakah tetap menggunakan pola media media sebelumnya? Atau bahkan media sudah lagi tidak diperlukan karena seseorang cukup dengan dirinya sendiri? Yang pasti manusia dimasa depan akan lebih memiliki literasi yang baik sehingga mampu memilah dengan cepat, mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah.Apapun yang disajikan asal hal  itu “berkomunikasi” dan bukan jualan, hal itu lebih diterima atau bahkan khalayak tidak menyadari telah diganggu dan disodori segudang informasi yang belum tentu penting untuknya.

Referensi Sumber :

Jorge Frascara. Communication Design : Principles, Methods, and Practice, New York : Allworth Press 2004

Aa Bambang A.S. 2014. Perkembangan  Media Massa,

Crew
Author: Crew

Admin

More Blog

Visual Spasial

Posko Visual merupakan pameran desain tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang. DKV 2018 sebagai penyelenggara Posko

Read More

Watercolor Basic Guide

Cat air adalah media gambar berbasis air yang memiliki sifat transparan dan mudah luntur apabila tertimpa oleh air. Penggunaan cat

Read More

Copyright © Posko Visual 2021. All right reserved

Translate »